LINDUNGI ALAMMU…

LULUS UAN, HARUSKAH CORET-CORET BAJU?

coret2

Ujian Akhir Nasional (UAN) nampaknya masih meninggalkan berbagai dilema, walaupun pengumuman UAN untuk SMA/SMK telah diumumkan pada hari sabtu, 13 juni 2009 yang lalu, nampaknya masih hangat diperbincangkan. Hem,, telah kita ketahui bersama tingkat kelulusan di kota tercinta kita, Yogyakarta mengalami  peningkatan tujuh persen dari tahun lalu, menjadi 95,1 persen. Peningkatan kelulusan tertinggi dicapai SMK, yaitu sekitar 10,41 persen. hasil yang patut diacungi jempol, lalu adakah permasalahan lain yang menyertai pengumuman UAN ini?

Keberhasilan dalam melaksanakan UAN memberikan rasa puas, lega dan bangga pada diri siswa tersebut. banyak cara yang dilakukan untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut, mulai dari coret – coret baju, konvoi di jalan, bahkan sampai pesta minuman keras,sungguh merupakan ungkapan keberhasilan yang tidak terpuji… namun, masih banyak siswa yang merayakan keberhasilannya dengan hal – hal wajar dan tentunya lebih terpuji. sebenarnya budaya coret – coret baju dan konvoi di jalan raya bukan kali ini terjadi, kegiatan ini sebenarnya sudah dianggap menjadi kebiasaan atau “ritual” yang harus dilakukan ketika lulus ujian, tapi sebenarnya “ritual” tersebut tidak harus dilakukan, bukankah masih ada “ritual” lain yang lebih bermanfaat daripada mencoret-coret baju atau konvoi di jalan? kalau kita bisa flashback kembali hari – hari sebelum kita melaksanakan UAN, tentunya banyak sekolah – sekolah yang mengadakan pengajian, dan do’a bersama demi kelancaran ujian, tidak cukup di sekolah, bahkan di rumah pun orang tua kita telah mengadakan do’a bersama untuk kesuksesan kita menghadapi ujian. Nah, daripada kita melakukan “ritual”  mencoret-coret baju, konvoi, bahkan mabuk-mabukan, alangkah lebih baik jika kita mengadakan do’a bersama sebagai wujud syukur kita atas nikmat kelulusan yang kita terima. dan baju-baju seragam kita akan lebih bermanfaat bila kita menyumbangkannya kepada siswa lain yang memerlukan daripada di coret-coret, iya kan? memang sih, banyak yang mengatakan dengan mencoret – coret baju akan memberikan kenangan karena lulus ujian..,hem..,menurut aku sih itu tergantung kita menganggapnya. kalau aku sendiri sempat mengabadikan moment kelulusan dengan berfoto-foto bersama teman – teman dan guru

PENGETAHUAN DALAM LIRIK LAGU

“PARASIT” GITA GUTAWA

petir membangunkanku

gita

dari mimpi burukku
selama ini ku hanya terperangkap

dalam medan magnetmu


baru kusadari
kau seperti parasit
minta ini itu
kau minta padaku dengan semaumu

cukup sudah ku kini mulai gerah
ku perlu oksigen
untuk aku bernafas
tanpamu

reff:
pergi kau ke ujung dunia
dehidrasi di gurun sahara
hilang di segitiga bermuda

pergi kau ke luar angkasa
hipotermia di kutub utara
hilang di samudra antartika
dan jangan kembali

parasit parasit parasit (parasit)
kau memang parasit
parasit parasit parasit parasit

mulanya malu-malu
lalu jadi benalu
minta ini itu
kau minta padaku dengan semaumu

cukup sudah
ku mulai naik darah
ku seperti bom atom
yang siap meledak karenamu

repeat reff

parasit parasit parasit
kau memang parasit
minta dibayarin
minta ditraktirin
minta dianggarin
minta dijemputin
minta ditelponin
minta di sms-in
minta dibeliin
dasar kau parasit ah…

(diambil dari : http://liriklaguindonesia.net/g/gita-gutawa/gita-gutawa-parasit/)

hem..,lagu diatas adalah hits terbaru dari gita gutawa.aku yakin, telinga kita sudah tak asing lagi mendengarnya. lagunya menurut aku sih asyik, menarik dan syairnya banyak mengandung makna tersirat, jadi tidak hanya menggambarkan atau menceritakan tentang seorang cowok yang menggantungkan diri ma cewek, tapi lebih dari itu..,coba aja cermati lirik-liriknya,,banyak yang menjelaskan tentang istilah atau gejala / fenomena alam yang ada di sekitar kita.., misal : ” …dalam medan magnetmu..”, “…ku kini mulai gerah, ku perlu oksigen, untuk aku bernafas..” , “…dehidrasi di gurun sahara..”, “…hipotermia di kutub utara..”,

i think, lirik-lirik di atas tidak hanya menceritakan tentang “cowok parasit”, tapi juga memberi pengetahuan kepada orang yang mendengar lagu tersebut. misalnya : ketika kita merasa gerah, kita membutuhkan oksigen karena oksigen diperlukan untuk bernafas. ketika kita berada di gurun, kita akan merasa kehausan / kekurangan air (dehidrasi), karena suhu di gurun sangat tinggi (sangat panas) dan sangat sulit mencari mata air di gurun. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Hipotermia biasanya terjadi di daerah bersuhu rendah,terutama di daerah kutub utara. ^.^


kisahku hari ini

muslimah

dear diary..,huHh,,Hari ni aq ketilang,hikz2… kena 20 rb..aku juga salah c,,,cz spion mtr q pecah,,huUh..Jadi ke inget pak polisinya terus,he” tadikan disuruh milih,mau sidang or bayar di BRI,huUh..Akhirnya aku bilang : ” bayar di BRI aj mas..,he” aku lagi sibuk,jdi gag ada wktu buat sidang,ho” tapi,,aku ke inget pesen bu nany ; sebagai warga negara yang baik klo ketilang mending pilih sidang,huft..maaf ya bu nany… ^.^   o,iya temen2, bsk aq mau beli spion baru,hehe..

tentang aku

Bismillahirrohmanirrohim..,

pòtónä_(179)Nama lengkapku Ari Nurlitawati, teman-teman sering memanggilku ari ^.^ aku asli jogjakarta, walaupun dulu pernah tinggal di luar negeri (Dili, Timur-timur-Red) hehe… aku lahir di sleman, 28 februari 1990.  aku anak ke-2 dari 3 bersaudara, paling cantik diantara saudra2ku yang lain cz aku anak cew sendiri,hehe.. kakak ‘n adikku cowk. hem,,perjalanan pendidikanku : TK Udayana(Timur-timur), SD N Banjarharjo (Ngemplak, Sleman), SMP N 1 Ngemplak(slah satu SSN di jogja), SMA N 1 Kalasan (termasuk SMA andalan di Sleman,  insyaallah jg di Jogja), skrang aku kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta..,aku ambil program study Pendidikan IPA, insya allah besok jadi guru IPA di SMP, seperti bundaku..amin.. aku harus semangat!!!

warna-warni PEMILU 2009

Pemilihan Umum Tahun 2009, Demokrasi Berada ditangan Rakyat Atau ditangan Uang ?

ABSTRAK : Pemilihan umum calon legislatif (Caleg) yang telah berlangsung tanggal  9 April 2009,  masih menimbulkan pro dan kontra, salah satunya adalah politik uang yang sangat banyak terjadi. Padahal, bentuk pelanggaran paling berat yang menodai pesta demokrasi adalah praktik politik uang. Dalam undang-undang politik dewasa ini memang telah diatur tata cara tentang penerimaan dana dan penggunaannya tetapi masih terdapat celah-celah hukum yang dapat dimanfaatkan partai dan politisi kawakan. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba mengulas kembali tentang pemilihan umum calon legislatif, 9 April 2009 yang lalu, sehingga kita akan lebih siap dalam pemilihan calon presiden mendatang. Semoga dalam pemilu calon presiden mendatang, kampanye yang berbau money politik dapat dihindari dan masyarakat dapat lebih berhati – hati dan selektif terhadap calon presiden yang akan mereka pilih. Jadi, masyarakat akan memilih berdasarkan kualitas dan kuantitas yang dimiliki calon presiden tersebut, bukan karena uang yang telah mereka berikan. Karena 1 suara kita akan menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan. Politik uang atau yang lebih dikenal dengan istilah money politik yang terjadi pada pemilihan umum calon legislatif yang lalu merupakan cerminan dari belum siapnya pemerintah dalam menyiapkan pemilu 2009 ini, serta masih lemahnya mental masyarakat Indonesia yang mudah tergiur dengan uang.kriteria calon presiden : Berketuhanan dan berkemanusiaan.Warga Negara Indonesia Asli. Sehat jasmani dan rohani.Minimal lulusan S1 / Sarjana. SAAT ini, Indonesia membutuhkan pergantian elite politik karena kalangan atas yang ada saat ini luar biasa korup. Penegakan hukum saat ini bisa dikatakan terhenti. Namun, format pemilu yang ada saat ini tidak memungkinkan partai kecil dan kandidat perorangan untuk tampil dalam kepemimpinan nasional. Praktis pemilihan presiden mendatang hanya akan didominasi kandidat yang dicukongi kelompok atau grup bisnis tertentu dengan imbal balik yang besar. Para tokoh ini selanjutnya akan memodali para ulama, pendeta, tokoh adat, ormas, dan tokoh hegemoni untuk mendapatkan dukungan konstituen. Sumbangan yang bukan dalam bentuk uang pun tidak diatur secara tegas dalam kedua Undang-undang tersebut. Otomatis tercipta loop hole (celah hukum-Red) yang akan menjadi pintu bagi praktik money politic dari penerimaan hingga pengeluaran uang tersebut.Kita berharap pemilu dapat berjalan dengan baik, dan semua hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilu dapat terpenuhi, terlebih dari itu pemilu dapat berlangsung secara luber dan jurdil sehingga rakyat mendapatkan wakil-wakil terbaiknya, dan itu hanya mungkin jika semua pihak mengawasi jalannya pemilu dan membersihkan diri dari politik uang.

Kata kunci : Pemilu 2009, money politic, caleg, capres.

PENDAHULUAN

Pemilihan umum calon legislatif (Caleg) yang telah berlangsung tanggal  9 April 2009,  masih menimbulkan pro dan kontra, salah satunya adalah politik uang yang sangat banyak terjadi. Padahal, bentuk pelanggaran paling berat yang menodai pesta demokrasi adalah praktik politik uang. Dalam undang-undang politik dewasa ini memang telah diatur tata cara tentang penerimaan dana dan penggunaannya tetapi masih terdapat celah-celah hukum yang dapat dimanfaatkan partai dan politisi kawakan. Apakah di Pemilihan umum calon presiden (Capres) mendatang hal seperti ini juga akan terjadi?

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba mengulas kembali tentang pemilihan umum calon legislatif, 9 April 2009 yang lalu, sehingga kita akan lebih siap dalam pemilihan calon presiden mendatang. Semoga dalam pemilu calon presiden mendatang, kampanye yang berbau money politik dapat dihindari dan masyarakat dapat lebih berhati – hati dan selektif terhadap calon presiden yang akan mereka pilih. Jadi, masyarakat akan memilih berdasarkan kualitas dan kuantitas yang dimiliki calon presiden tersebut, bukan karena uang yang telah mereka berikan. Karena 1 suara kita akan menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan.

Seperti biasa setiap pemilih akan melakukan hak pilihnya secara langsung di tiap-tiap TPS yang sudah di tentukan. Banyak argument akan pemilihan kali ini, apakah pemilihan ini akan mensejahterakan atau malah menyengsarakan masyarakat, atau bahkan pemilu kali ini hanya prosedural semata yang bisanya hanya  menghabiskan anggaran triliunan rupiah. Argument seperti itu bukan hanya dari kalangan pengamat politik saja akan tetapi masyarakat awampun berpendapat demikian. Sebenarnya penyimpangan apakah yang telah terjadi dalam pemilihan umum calon legislatif yang lalu? Kemudian, apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi pemilihan umum calon presiden mendatang agar kita (masyarakat Indonesia) tidak melakukan kesalahan lagi?

PEMBAHASAN

Money Politic

Politik uang atau yang lebih dikenal dengan istilah money politik yang terjadi pada pemilihan umum calon legislatif yang lalu merupakan cerminan dari belum siapnya pemerintah dalam menyiapkan pemilu 2009 ini, serta masih lemahnya mental masyarakat Indonesia yang mudah tergiur dengan uang. Politik uang adalah tindakan yang menciderai demokrasi dan berpotensi menghambat kemajuan bangsa untuk menuju pada perubahan kearah yang lebih baik melalui pemilu. Semua elemen bangsa di negeri ini semestinya bertanggung jawab untuk menghentikan kebiasaan buruk politik uang itu dalam pemilu di Indonesia. Politik uang dimasa lalu marak karena tak ada undang-undang yang mengaturnya secara tegas. Pada era Reformasi politik uang dilarang melalui undang-undang No. 10/2008 tentang pemilu legislatif dan diancam hukuman paling lama lima tahun dan pencalonannya dicabut. Meski ancaman politik uang itu secara tegas telah ditetapkan pada masa reformasi ini, gairah untuk para caleg melakukan politik uang tak pernah surut. Terbukti dari 134 kasus pelanggaran pidana pemilu pada tahun ini, 25 persennya berupa politik uang.

Politik uang menjadi semakin marak ketika setiap caleg harus bersaing bukan hanya dengan caleg dari partai-partai lain, tetapi juga dengan caleg separtai. Para calon legislative (caleg) yang mencalonkan diri berasal dari berbagai kalangan dan berbagai profesi, demokrasi yang tiada batas membuat banyak pihak turut ambil bagian dalam pencalonan kali ini, tidak penting sebuah kualitas akan caleg tersebut asalkan ijazah SMA telah mereka kantongi yang merupakan salah satu syarat utama untuk pencalonan. Disamping semua itu yang menjadi sorotan tajam adalah sistem kampanye dari pada Caleg tersebut yang tidak bersifat mendidik atau membangun, yang terjadi malah merusak moral dan pola pikir masyarakat. Sistem kampanye para caleg ini kerap kali menjadi bahasan perbincangan di tengah-tengah masyarakat, ataupun bagi para pengamat politik.

Pada umumnya Caleg DPRD TK II/kab,kota, DPRD TK I/propinsi DPD dan caleg DPR-RI mempunyai sistem atau metode kampanye yang hampir sama yaitu dengan sistem money politik yang sangat luar biasa. Misalnya saja di daerah kabupaten/kota money politik terlihat sangat kontras, para caleg langsung membeli suara dari tiap masyarakat dengan cara membagi-bagikan uang tunai pecahan lima puluh ribu sampai seratus ribu rupiah untuk perorangnya, sungguh sangat luar biasa bukan?

Bukan hanya itu syukuran besar-besaranpun di buat guna memperoleh suara terbanyak di pemilu nanti. Sistem seperti ini memang sangat di sukai orang, khususnya masyarakat awam yang kehidupannya di lengkapi dengan penderitaan kemiskinan. Bahkan orang-orang seperti ini mengharapkan maunya pemilu di laksanakan sebulan sekali. Mengapa tidak, karena hanya di saat seperti ini mereka memperoleh penghasilan tambahan dari para Caleg tersebut.

Sehingga tidak jarang satu orang pemilih mengikuti syukuran dan menerima uang dari dua orang atau bahkan tiga orang caleg yang berbeda, mereka tidak berpikir jauh akan perbuatan tersebut. Kampanye seperti ini jelas merusak moral bangsa menjadi bangsa yang materialistis. Yang menjadi sangat aneh yaitu mengapa setiap orang mau menerima pemberian dari setiap caleg yang menawarkan pemberian tersebut? Bukankah nantinya mereka menjadi bingung menjatuhkan pilihan, atau jangan-jangan mereka menjadi Golput karena bingung dengan fenomena siraman uang tersebut.

Masyarakat Materialistis

Fakta ini memunculkan pertanyaan, benarkah masyarakat kita materialistis? Pola pikir masyarakat yang mengatakan, siapa caleg yang memberi uang dengan jumlah yang paling besar maka akan menjadi pilihan di saat pemilu nanti. Bukan hanya caleg DPRD TK II akan tetapi caleg DPRD TK I,  DPR RI dan DPD pun turut meramaikan pembagian uang tersebut secara kontras dan terang-terangan. Kampanye kali ini seolah berubah menjadi sebuah pasar tempat jual beli, dimana suara masyarakat menjadi objek jual beli

Apa yang menjadi alasan masyarakat menerima uang dari setiap caleg yang menawarkan uang itu? Mungkinkah itu semata-mata karena kodrat manusia yang haus akan uang karena juga di desak berbagai kebutuhan, atau mungkin juga itu sebuah kekesalan masyarakat akan kinerja wakil rakyat selama ini, masyarakat berpikir bilamana mereka telah duduk di tahtanya otomatis mereka akan lupa terhadap janji-janji dan harapan-harapan yang telah mereka orasikan, kedekatan semasa kampanye akan berakhir secara spontan, jadi masyarakat seolah berpikir ada baiknya para caleg di manfaatkan sewaktu masa kampanyenya.

Bilamana hal seperti ini membudaya di sela kehidupan bangsa ini,  maka jelaslah bangsa kita akan tidak beradab dan bermoral, wakil kita di parlemen nantinya adalah sekelompok orang yang terpilih karena memiliki uang paling banyak semasa kampanye yang kualitas dan akuntabilitas mereka tidak teruji. Malah bisa jadi sistem pemerintahan kita akan lebih parah dari sekarang ini.

Jadi untuk itu, bagi kita masyarakat pemilih gunakanlah hak pilih kita sebaik mungkin, jangan  mau di iming-imingi oleh para caleg yang tidak bertanggung jawab, tolak dengan tegas money politik yang meremehkan martabat dan jiwa kebangsaan kita, jangan anda berharap mereka akan tinggal diam akan uang mereka yang telah banyak habis semasa kampanye. Perlu di ingat bahwa mereka akan menutupi kerugian semasa kampanye itu dengan uang kita sendiri juga, bilamana mereka terpilih nantinya, aspirasi yang kita suarakan tidak akan di respon oleh mereka, mengembalikan uang yang habis semasa kampanye menjadi prioritas utama mereka. Untuk itu pilihlah calon yang benar-benar pro terhadap rakyat yang memiliki kualitas dan akuntabilitas yang tinggi, berjiwa kebangsaan dan yang takut akan Tuhan.

Pilpres 2009

Politik uang dalam pemilihan presiden tahun 2004 mempunyai arti lebih luas dan memiliki bentuk lebih canggih karena akan terjadi metamorfosa politik uang. Bantuan yang diberikan-meski dilarang hukum-juga bisa berasal dari BUMN, BUMD, atau pun pihak asing dengan mengharapkan imbalan tertentu. Sehubungan pemilihan presiden secara langsung hal ini sangat mengundang kerawanan adanya praktik curang karena selama ini terjadi hubungan kuat kepentingan politik dan ekonomi. Tentu saja politik uang dalam bentuk bagi-bagi uang untuk ratusan juta rakyat yang memiliki hak pilih tidak akan dilakukan karena tidak efektif. Lalu bagaimanakah pada PilPres 2009 yang akan dilaksanakan mendatang?

Ketentuan yang ada dalam pemilihan presiden hanya mewajibkan melaporkan rekening kandidat presiden sehari sebelum dan sesudah masa kampanye. Sedangkan adapun jauh hari sebelum pemilihan mereka sudah barang tentu menyiapkan dana untuk kegiatan politik dari pelbagai sumber. Para pemain politik uang diperkirakan semakin nekad melakukan praktik kotor ini karena ancaman pidana yang dikenakan dalam Pemilu 2004 justru semakin ringan. Itu ditambah pengalaman buruk lemahnya penegakan hukum terhadap praktik money politic dalam Pemilu 1999. Ketika itu, dari 200 kasus pelanggaran yang diajukan Panwas hanya lima yang tuntas di pengadilan. Dari jumlah tersebut hanya tiga kasus money politic yang dihukum dengan hukuman yang ringan di bawah satu tahun hukuman percobaan. Praktis penegakan hukum dianggap main-main saja oleh para pelanggar. Menilik hal tersebut, penegakan hukum dalam level pemilihan anggota legislatif ternyata sedemikian lemah. Bisa dibayangkan upaya hukum seperti apa yang diterapkan dalam pemilihan presiden yang jauh lebih bergengsi dan membutuhkan dana lebih besar.

Kita berharap pemilu dapat berjalan dengan baik, dan semua hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilu dapat terpenuhi, terlebih dari itu pemilu dapat berlangsung secara luber dan jurdil sehingga rakyat mendapatkan wakil-wakil terbaiknya, dan itu hanya mungkin jika semua pihak mengawasi jalannya pemilu dan membersihkan diri dari politik uang.

PILPRES 2009 DAN POLITIK KARBITAN

Bila kita sering membeli buah-buahan dipasar, maka adakalanya kita menemukan buah yang kesannya muda tapi sudah masak dan siap dikonsumsi. Jenis buah yang sering kita jumpai yaitu sering pisang. Hal ini saya ketahui ketika pada suatu hari saya membeli pisang dipasar, ketika itu saya sedikit heran karena ada pisang dengan jenis yang sama tapi harganya berbeda, ketika saya pertanyakan hal itu kepada pedagang tersebut, dia mememberitahukan bahwa pisang yang lebih murah harganya itu tidak masak dipokok melainkan dikarbet yang artinya proses pematangannya dipercepat alias dipaksa.

Mendengar penjelasan pedagang tersebut saya kemudian membeli kedua-duanya, saya penasaran bagaimana sih rasanya ?, memang saya bisa saja bertanya bagaimana perbedaan rasa kedua pisang tersbut kepada pedagang tersebut, akan tetapi persoalan rasa setiap manusia kan relativ, dan pada saat itu memang saya berkeinginan untuk merasakan dan membuktikan bagaimana sebenarnya perbedaan kedua pisang tersebut. Setelah sampai dirumah, saya langsung memakan kedua pisang tersebut. Pertama saya makan yang karbitan, setelah saya kunyah beberapa kali, rasanya memang sepert pisang dan manis, kemudian saya makan pisang yang masak dipokok. rasanya memang berbeda ada rasa lebih yaitu aromanya yang originil dan kesegaran pisang itu sendiri sehingga memberi rasa lebih nikmat.

Dari segores pengalaman saya tersebut bila dihubungakan dengan PEMILU Legislatif yang telah berlalu maupun PILPRES 2009 yang akan kita laksanakan juli nanti, maka ada semacam persamaan yang jelas dan nyata. Hal itu bisa kita lihat dari ; Pemilu Legislatif 2009. Pada pemilu legislatif 2009 kemarin ada beberapa hal yang kesannya dipercepat dan dipaksakan :

1. Adanya Perpu mengenai DPT.
2. Adanya beberapa Partai yang kemudian hari baru diakui sebagai peserta pemilu.
3. Adanya wacana pengunduran pemilu legilatif dkarenakan Masalah DPT yang belum sempurna,       tapi entah mengapa akhirnya Pemilu tetap dilaksanakan.
4. Adanya pemajuan tanggal penetapan Perhitungan suara nasional dari tanggal 19-20 mei menjadi 16 mei.Telah ditetapknaya Perolehan kursi DPR walaupun masi ada daerah yang masih bermasalah dalam penghitungan suara dan bebarapa caleg yang sudah meninggalpun ikut ditetapkan sebagai wakil rakyat.

Bebarapa “Karbitan” diatas ternyata mengahasilkan permasalahan-permasalahan. Memang menghasilkan buah tapi rasanya kurang memuaskan.

Demikian halnya dengan PILPRES 2009 yang sebentar lagi akan kita laksanakan aroma “Karbitan” juga sudah mulai nampak dan bisa kita langsung lihat sendiri, mulai dari “karbitan” dari pihak penyelenggara PEMILU maupun Kadindat CAPRES dan WAPRES yang bertarung pada PILPRES juli 2009 nanti. Aroma “Karbitan” itu bisa kita lihat dari berbagai fakta yaitu :

1. Pemajuan jadwal kampanye CAPRES dan WAPRES
2. Penentuan CAPRES dan WAPRES yang diusung oleh partai dan beberapa      partai kesannya dipaksakan. Seperti SBY dengan Boediono yang menui Protes dari para partai Koalisi pendukungnya, tapi entah kenapa reda begitu saja.Kemudian MEgawati dengan Prabowo yang sebelumnya sama-sama ngotot menjadi CAPRES. Jusuf Kalla denga Wiranto terlampu cepat karena masih banyak kader-kadernya belum siap sehingga menimbulkan konflik intenal partai, contahnya Fadel Muhammad Salah seoarang Ketua DPD Golkar yang mejadi Tim Sukses SBY.
3. Adanya seorang Istri Seorang Calon yang tiba-tiba mengubah penampilan, karena isu.

Beberapa hal diatas mengindikasikan bahwa ada semacam POLITIK KARBITAN, agar supaya tujuan bisa tetap tercapai yaitu buah Kursi PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN, persoalan apakah nanti rakyat merasakan buah karbetan itu memuaskan atau tidak hal itu persolan kedua bagi mereka. yang penting Buah tersebut cepat masak dan bisa dijual.

Menurut anda apakah perlu salah satu kriteria presiden RI minimal sarjana untuk pilpres 2009 yang akan datang ? Apakah anda bersedia dipimpin seorang presiden yang bukan Sarjana ? Untuk pilpres 2009, menurut saya presiden dan wakil presiden harus memiliki kriteria :

- Berketuhanan dan berkemanusiaan.
Saya rasa tidak ada orang yang tidak mau dipimpin oleh pemimpin yang tidak berketuhanan dan berkemanusiaan, sehingga dia tidak hanya jadi pemimpin yang baik, jujur serta bertanggung-jawab bagi rakyatnya tapi juga bisa menjadi teladan serta pelayan rakyat bagi rakyat yang dipimpinnya.

- Warga Negara Indonesia Asli.
Masa bangsa Indonesia dipimpin oleh WNA atau orang non-Indonesia.

- Sehat jasmani dan rohani.
Saya rasa gak ada orang yang mau dipimpin oleh orang yang secara jasmasi dan rohani terganggu, sakit-sakitan, kemana-mana harus menyediakan ajudan untuk nuntun pake kursi roda serta infus menempel di tangannya, apalagi orang gila / psikopat.

- Minimal lulusan S1 / Sarjana
Ini bukan masalah gengsi…!!! Saya rasa udah waktunya dan kriteria ini menurut saya wajar kalo presiden dan wakil presiden minimal lulusan S1 /Sarjana dari perguruan tinggi terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri, dan program study yang diambil dapat menjadi pendukung serta dasar pengambilan kebijaksanaannya selaku pemimpin republik ini. Saya rasa kriteria ini Meskipun tidak dicantumkan dalam undang-undang pilpres adalah wajib bagi presiden dan wapres seorang sarjana. Bukannya sekarang aja cari kerja kriteria minimal harus S1, resepsionis aja minimal D3, masa presiden dan wapres lulusan SMA (bukan minimal sarjana) ?

Demikian ulasan kembali tentang pemilihan umum calon legislatif, 9 April 2009 yang lalu, semoga kita akan lebih siap dalam pemilihan calon presiden mendatang. Semoga dalam pemilu calon presiden mendatang, kampanye yang berbau money politik dapat dihindari dan masyarakat dapat lebih berhati – hati dan selektif terhadap calon presiden yang akan mereka pilih. Jadi, masyarakat akan memilih berdasarkan kualitas dan kuantitas yang dimiliki calon presiden tersebut, bukan karena uang yang telah mereka berikan. Karena 1 suara kita akan menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Politik uang adalah tindakan yang menciderai demokrasi dan berpotensi menghambat kemajuan bangsa untuk menuju pada perubahan kearah yang lebih baik melalui pemilu. Semua elemen bangsa di negeri ini semestinya bertanggung jawab untuk menghentikan kebiasaan buruk politik uang itu dalam pemilu di Indonesia.

B. Saran

Kita berharap pemilu dapat berjalan dengan baik, dan semua hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilu dapat terpenuhi, terlebih dari itu pemilu dapat berlangsung secara luber dan jurdil sehingga rakyat mendapatkan wakil-wakil terbaiknya, dan itu hanya mungkin jika semua pihak mengawasi jalannya pemilu dan membersihkan diri dari politik uang.

PPM

PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA

PEMANFAATAN BETON (BIJI NANGKA) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KRIPIK BIJI NANGKA DENGAN KANDUNGAN GIZI DAN CITA RASA TINGGI TANPA BAHAN PENGAWET


Diusulkan Oleh :

1. Ari Nurlitawati                      (08312244021)

2. Azza Kadarwati N                (08312244029)

PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

YOGYAKARTA, MEI 2009

PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

  1. Judul Penelitian           : Pemanfaatan Beton (biji nangka) sebagai Bahan

Dasar Pembuatan Keripik Biji Nangka dengan

Kandungan Gizi dan Cita Rasa Tinggi Tanpa

Bahan Pengawet.

  1. Bidang Ilmu                : Biologi
  2. Peneliti                        :
    1. Nama Lengkap                              : Ari Nurlitawati
    2. NIM                                              : 08312244021
    3. Program Studi                               : Pendidikan IPA
    4. Jurusan / Fakultas                          : FMIPA
    5. Universitas                                    : UNY
    6. Alamat Rumah dan No. Tel./HP   : Cangkringan, Argomulyo,
    7. Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

/081931187706

  1. Dosen Pendamping
    1. Nama Lengkap dan Gelar             :
    2. NIP                                               :
    3. Alamat Rumah dan No Tel./HP    :
  1. Tempat Penelitian                               :
  2. Jangka Waktu Penelitian                     : Bulan September -
  3. Anggaran yang Diusulkan                  : Rp. 500.000

Yogyakarta,    Mei 2009

Menyetujui

Dosen Pembimbing                                                                 Peneliti,

Ekosari                                                                     Ari Nurlitawati

  1. NIM. 08312244021

Mengetahui,

Dekan atau PD 3                                                                     Kaprodi

  1. Drs. Sutiman                                            Prof. Dr. Zudhan Kun Prasetyo M.Ed
  2. NIP.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Nangka adalah nama jenis pohon, termasuk ke dalam suku Maraceae, yang memiliki nama ilmiah Artocarpus Heteropyllus. Pohon ini adalah salah satu jenis buah yang paling banyak ditanam di daerah tropis. Buah ini cukup terkenal di seluruh dunia, apalagi di pedesaan. Dalam bahasa inggris, nangka dikenal sebagai jack fruit. Tanaman ini berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Di Indonesia pohon nangka dapat tumbuh hamper di setiap daerah.

Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

Untuk mendapatkan biji nangka tidaklah sulit karena pohon nangka hampir tumbuh di setiap daerah dan merupakan tumbuhan tahunan. Selain itu karena beton merupakan limbah dari buah nangka yang masih jarang dimanfaatkan masyarakat, maka untuk mendapatkannya relatif mudah dan dengan harga yang murah.

Untuk mengatasi limbah isi nangka (beton) atau mengurangi limbah isi nangka kita dapat memanfaatkannya menjadi bahan baku pembuatan kripik yang mempunyai kandungan gizi yang cukup banyak.

  1. BATASAN MASALAH
    1. Kandungan dalam biji nangka (beton)
    2. Proses pembuatan kripik biji nangka (beton)
    3. Hasil pemanfaatan biji Nangka.
  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa saja kandungan dalam biji nangka (beton) ?
    2. Bagaimana cara pembuatan kripik biji nangka (beton) ?
    3. Apa yang dihasilkan dari pembuatan keripik biji nangka (beton) ?
    4. TUJUAN

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui kandungan biji nangka (beton)
  2. Mengetahui cara pembutan atau pengolahan biji nangka (beton) menjadi kripik.
  3. Menghasilkan produk baru sebagai makanan kecil/makanan ringan yang berasal dari biji nangka (beton) yang harganya relatife murah, dengan kandungan gizi dan cita rasa tinggi  tanpa bahan pengawet.
  1. MANFAAT

Manfaat yang dapat diperoleh bila tujuan penelitian tercapai adalah memanfaatkan limbah biji nangka (beton) yang tidak digunakan untuk diolah menjadi bahan baku pembuatan  kripik, menghasilkan makanan ringan dengan harga relatife murah, dengan kandungan gizi yang tinggi dan tanpa bahan pengawet , sehingga baik untuk tubuh kita dan tidak berbahaya untuk siapun yang mengkonsumsi.

BAB II

KERANGKA TEORI

  1. DESKRIPSI TEORI

Karakteristik Pohon Nangka

Nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah nama sejenis pohon, termasuk ke dalam suku Maraceae, nama ilmiahnya adalah Artocarpus Heterophyllus. Dalam bahasa inggris, nangka dikenal sebagai jack fruit.

Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam)

Gambar  1                                           Gambar 2                                    Gambar 3
Nama umum

Indonesia            : Nangka

Inggris                   : Jack fruit

Melayu                 : Nangka

Vietnam               : Mit

Thailand               : Khanun
Klasifikasi

Kingdom         :  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    :  Tracheobionta(Tumbuhanberpembuluh)
Super Divisi    :  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               :  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga

Kelas               :  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        :  Dilleniidae
Ordo                :  Urticales
Famili              :  Moraceae (suku nangka-nangkaan)
Genus              :  Artocarpus
Spesies            :  Artocarpus heterophyllus

Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 m. Batang bulat silindris, sampai sekitar 1 m garis tengahnya. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai. Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin.

Pohon nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua.

Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek lunak. ‘Daging buah’, yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau harum-manis yang keras, berdaging, terkadang berisi cairan (nektar) yang manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

Pohon nangka dapat kita peroleh dimana-mana, selain itu nangka juga  mempunyai kandungan gizi yang baik untuk tubuh kita. Kandungan gizi nangka antara lain merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 d/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram Biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg). Di dalam beton juga terdapat kandungan air 6,57%, vitamin B1(0,20 mg), vitamin C(10 mg).(Direktorat gizi, Depkes). Dimana kandungan gizi tersebut sangat penting bagi tubuh kita. Dan kandungan gizi yang terdapat di dalam biji nangka tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsi.

Jika dibandingkan dengan berbagai jenis tanaman yang umum dipakai sebagai penghasil karbohidrat, maka biji nangka termasuk memiliki kadar bahan kimia yang relatif potensial. Kandungan kimia biji nangka jika dibandingkan dengan beberapa tanaman sumber karbohidrat lainnya dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Komposisi kimia biji nangka dan sumber karbohidrat lain per 100 gram bahan yang dapat dimakan. Komponen Biji Nangka

Biji nangka merupakan bahan yang sering terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagian kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan misalnya dibakar atau diolah menjadi kolak. Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa kandungan kimia yang relatif lengkap pada biji nangka sumber karbohidrat lainnya. Hal ini memungkinkan biji nangka dapat digunakan sebagai medium pertumbuhan dari Aspergillus oryzae untuk menghasilkan enzim amilase.

Pohon nangka yang mempunyai buah dapat kita olah menjadi berbagai macam makanan, misalnya Kripik. Daging nangka sering kita jumpai dalam bentuk makanan yang diolah menjadi kripik. Sedangkan isi nangka jarang kita temui untuk pembuatan bahan baku makanan, karena sering kita temui setelah makan daging nangka isi nangka (beton) hanya terbuang sia-sia. Untuk mengatasi limbah biji nagka, dimanfaatkan untuk membuat kripik yang mempunyai berbagai macam rasa yaitu manis, pedas, dan gurih. Kripik yang akan dibuat tidak mengandung bahan pengawet, sehingga lebih aman dikonsumsi.

  1. PENELITIAN YANG RELEVAN

Hasil penelitian mahasiswa Universitas Negeri Semarang tentang :

“ Pemanfaatan beton (biji nangka) sebagai bahan dasar pembuatan enting– enting biji nangka dengan kandungan gizi dan cita rasa tinggi. “

  1. KERANGKA BERFIKIR
  2. Buah Nangka adalah salah satu jenis buah yang menggugah selera, ketika musim buah Nangka tiba, tidaklah sulit bagi kita untuk menemukan buah ini, karena banyak penjual buah yang menjual buah ini. Bagian dari buah yang kita makan adalah bagian daging buahnya. Biji nangka merupakan bahan yang sering terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagian kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan

Untuk mengatasi limbah biji nangka (beton) tersebut atau mengurangi limbah biji nangka, kita dapat memanfaatkannya menjadi bahan baku pembuatan kripik “beton” yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Sehingga limbah biji nangka yang tadinya belum dimanfaatkan dapat diubah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

  1. HIPOTESIS

Dari hasil diskripsi teori dan kerangka berfikir yang peneliti buat di atas, hipotesisi yang dapat kami ambil adalah biji beton memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan, makanan yang akan dibuat adalah keripik “beton”.

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. RENCANA PELAKSANAAN PENELITIAN
  • Uji Kandungan Biji Nangka (di laboratorium)

Bahan makanan mengandung nutrient penting yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, bahan pembangun tubuh, mengganti jaringan tubuh yang rusak dan pengaturan segala kegiatan fisiologis tubuh. Jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar adalah karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan yang diperlukan dalam jumlah sedikit adalah vitamin dan mineral. Apakah biji beton mengandung semua jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh?

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis nutrient yang terkandung pada bahan makanan dan membedakan kualitan kandungan nutrient pada beberapa bahan makanan.

1. Alat dan bahan:

-          Tabung reaksi dengan raknya

-          Biji Nangka

-          Pipet tetes

-          Mortar (alu) dan pestle (lumping)

-          Spatula

-          Pembakar Bunsen

-          Penjepit tabung reaksi

-          Kertas buram

-          Korek api

-          Tisu / serbet

2. Cara Kerja

  • Uji Kandungan karbohidrat (amilum)
  1. Geruslah biji nangka yang telah dihilangkan kulitnya, tambahkan air untuk memudahkan penggerusan.
  2. Masukkan masing-masing 2 ml ekstraks biji beton ke dalam tabung reaksi.
  3. Tambahkan 5 tetes larutan KI / lugol kedalam tabung reaksi
  4. Catat warna dasar dari bahan makanan dan warna dasar reagen KI
  5. Amati dan catat perubahan yang terjadi
  6. Rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini!
  • Uji Kandungan gula
  1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat
  2. Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi.
  3. Kemudian panaskan tabung reaksi tersebut.
  4. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent benedict
  5. Amati dan catat semua perubahan yang terjadi
  • Uji kandungan protein
  1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat
  2. tambahkan 5 tetes larutan biuret kedalam masing-masing tabung reaksi
  3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent biuret
  4. Amati dan catat semua perubahan yang terjadi
  • Uji Kandungan lemak
  1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat
  2. Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi
  3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent benedict
  4. Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

3. Analisis Hasil Penelitian

No Perlakuan Perubahan yang terjadi (warna) Keterangan
1. Tabung A + Lugol
2. Tabung B + Benedict
3. Tabung C + Biuret
4. Kertas Buram + beberapa tetes ekstrak biji nangka
  • Pembuatan Keripik Biji Nangka ( Keripik Beton )
  1. Bahan Penelitian :
  • Biji nangka (beton)
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Garam
  • Cabe
  • Gula aren
  • Gula pasir
  • Air
  1. Alat Penelitian :
  • Pisau
  • Telenan
  • Wajan
  • Baskom
  • Ember
  • Tampah
  • Panci
  • Kompor
  • Penumbuk
  1. Prosedur Penelitian

-          Siapkankan air pada ember!

-          Cucilah terlebih dahulu isi nangka (beton) tersebut!

-          Gunakanlah panci untuk merebus isi nagka tersebut hingga lunak!

-          Tiriskanlah dan diamkan hingga beberapa menit agar mendingin!

-          Tumbuklah nangka tersebut hingga kulit isi nangka terlepas dari biji kemudian sisihkan ke dalam baskom!

-          Tumbuklah sampai halus biji nagka tersebut, kemudian masukan pada baskom!

-          Siapkanlah terlebih dahulu bumbu untuk beberapa variasi rasa yang diinginkan.

-          Haluskan terlebih dahulu bawang putih, dan bawang merah

-          Tambahkan tumbukan biji nangka yang telah halus dengan sedikit pati, garam, bumbu yang telah dihaluskan ditambah dengan bumbu untuk beberapa variasi rasa yang diinginkan, yaitu gula pasir dan gula aren untuk rasa manis, cabe untuk rasa pedas, dan garam untuk rasa asin, kemudian berilah air secukupnya dan aduk hingga rata!

-          Potonglah adonan yang telah menjadi satu dengan bentuk yang di inginkan, kemudian jemur hingga kering dan mengeras!

-          Menggoreng kripik yang sudah dijemur!

-          Sajikan kripik yang telah matang secara langsung, dan dapat dibungkus/dikemas dengan plastik!

DAFTAR PUSTAKA

Ananim. Artocarpus heterophyllus lamk (Nangka) Diakses tanggal 9 mei 2009, dari :   http://toiusd.multiply.com/journal/item/120

Setiawan, Dalimartha. 2002. Atlas Tumbuhaan Obat Indonesia. Diakses tanggal 10 mei 2009, dari : http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/51379/atlas-    tumbuhan-obat-indonesia-jilid-1.html

Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R. (1991).  Inventaris Tanaman Obat. Diakses tanggal  10 mei 2009, dari http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia-tanaman-anti-kanker/n/nangka/

JADUAL PENELITIAN

Penelitian akan dilaksanakan pada awal September 2009 (ketika musim Nangka). Jangka Waktu penelitian 2 bulan. Jadi penelitian akan dilaksanakan pada bulan September – November 2009. Dengan rincian sebagai berikut :

-          Minggu I dan II bulan September           : Observasi buah Nangka

-          Minggu III dan IV bulan September       : Uji Kandungan Biji Nangka

-          Minggu I dan II bulan Oktober                           : Percobaan Pembuatan Keripik

-          Minggu III dan IV bulan Oktober           : Pembuatan Keripik Biji Nangka

-          Minggu I bulan November                       : Pemasaran

-          Minggu II bulan November                     : Pembuatan Laporan

RENCANA ANGGARAN

- Pembuatan Proposal             :           20.000

- Buah Nangka 1 buah            :           15.000

- Bawang putih                       :           15.000

- Bawang merah                      :           20.000

- Garam                                   :             3.000

- Cabe                                      :           10.000

- Gula aren                              :           30.000

- Gula pasir                              :           35.000

- Pisau                                     :           15.000

- Telenan                                 :           20.000

-Wajan                                     :           50.000

- Ember                                   :           15.000

- Baskom                                 :           10.000

- Panci                                     :           50.000

- Kompor                                 :           80.000

- Minyak                                  :           15.000

- Penumbuk                             :           30.000

- Sewa lab                               :           30.000

- Lugol, Benedict, Biuret        :           15.000

- Pembuatan Laporan              :           20.000

- Fotocopy                               :             2.000

Jumlah                                     :  Rp  500.000

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA DAN ANGGOTA PELAKSANA

1. Ketua Pelaksana Kegiatan :

Nama Lengkap            : Ari Nurlitawati

NIM                            : 08312244021

TTL                             : Sleman, 28 Februari 1990

Alamat Rumah            : Cangkringan, Argomulyo, Cangkringan,

Sleman, Yogyakarta.

Riwayat Pendidikan   : SDN Banjarharjo / 2003, SMP N 1 Ngemplak /

2005,  SMA N 1 Kalasan / 2008

2. Anggota Pelaksana Kegiatan :

Nama Lengkap            : Azza Kadarwati Nugraini

NIM                            : 08312244029

TTL                             : Bantul, 22 Desember 1990

Alamat Rumah            : Kedaton Pleret RT 02/16, Pleret, Bantul,

Yogyakarta

Riwayat Pendidikan   : SDN 2 Putren / 2003, SMPN 3 Pleret / 2005 ,

SMAN 1 Pleret / 2008

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.